Home

Country Profile

Government

Demography

Legislation

National Commission

Action Plan

Disaster

Events Calendar

Network

Services

Healthy Aging

Research

Publications

ITCOA Training Center

Alzheimer

 L L I

Y E L

Sitemap

EVENTS

1

2

 

Workshop Hasil Review Program Home Care
(10 November 2009)

Departement Sosial R.I.

 

Director Generasl DR. Makmur Sunusi, P.hD

opened the Home Care Review Program

10 NOVEMBER 2008

 

Workshop Hasil Review Program Home Care

"Masyarakat Peduli, Lanjut Usia Terlindung"

Workshop hasil Review Program Home Care merupakan kerjasama antara Departemen Sosial c.q Direktorat Jenderal Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial (Direktorat LU) dan Yayasan Emong Lansia (YEL) berlangsung pada hari ini (10/11) 2009, di Gedung Aneka Bhakti, dibuka oleh Dirjen Yanrehsos, DR. Makmur Sunusi, P.hD , dihadiri berbagai elemen pemerhati Lansia sebanyak 120 orang dari berbagai Yayasan, Orsos, LSM, Komnas LU, Perwakilan Depkes, para pejabat Eselon II dan III dilingkungan Ditjen Yanrehsos, dan special star Lela Sari artis ibu kota yang tetap produktif diusia yang sudah diatas 70 tahun lebih.

Dirjen Yanrehsos DR. Makmur Sunusi, P.hD mengatakan bahwa “ Indonesia dinyatakan sebagai Success story diantara 10 negara dikawasan ASEAN karena pada tahun 2006 pemerintah Indonesia melalui Departemen Sosial telah mengangkat program home care sebagai program Nasional melalui keputusan Menteri Sosial Nomor 67/HUK/2006, Hal tersebut merupakan konteks review uji coba yang telah dilakukan di tiga propinsi dan untuk tahun 2010 akan menambah 10 propinsi sebagai bahan inplementasi untuk mensosialisasikan program.

Makmur menambahkan sering dikatakan alternative Care adalah konteks yang berdasarkan institusi, kita mengharapakan nantinya ada produk atau output yang bisa kita harapkan dari kelanjutan program yang sudah kita lakukan selama ini, kita tetap harus mencoba konsep-konsep baru sebagai sesuatu yang patologi karena banyaknya persoalan-persoalan seperti degradasi, penurunan potensi, terjadinya asimilasi, isolasi yang sifatnya kultur.

Lebih lanjut Dirjen mengatakan “semoga kita tidak mengikuti pola konteks negara-negara maju, karena semua persoalan dan konteks berawal dari sebuah sistem, karena itu merupakan tanggung jawab pemerintah dan masyrakat dalam memberikan pelayanan kepada para lansia”.

Acara tersebut merupakan program lanjutan dalam penanganan Lanjut Usia diluar Panti, home care sebuah alternatif pelayanan diluar panti dan bentuk kepedulian atau perawatan yang diberikan dirumah kepada para lanjut usia (lansia) keberadaannyaq sangat diperlukan di Indonesia yang bertujuan untuk memelihara kondisi kesehtan fisisk mental dan sosial lanjut usia, mengkondisikan partisipasi aktif keluarga, masyarakat dan upaya peningkatan kesehjahteraan para lansia.

Rentan dirumah oleh keluaraga maupun masyarakat dan memberikan kesempatan bagi para lanjut usia untuk tetap tinggal didalam lingkungannya sendiri bukan dalam panti selama mungkin, jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia saat ini sudah berjumlah 19 Juta dan diantaranya 1,6 juta adalah lanjut usia miskin dan terlantar.

Konteks penanganan lanjut usia sebelumnya hanya mengandalkan hanya melalui panti-panti sosial lanjut usia atau PSTW dengan jumlah yang sangat terbatas yaitu 278 buah, karena banyaknya kendala yang dihadapi didalam panti seperti faktor biaya, perawatan, sarana dan prasarana, dan keterbatasannya kapasitas penampungan maka dari itu pemerintah berupaya menjalankan berbagai program diantaranya program Home Care dan JSLU.

Dengan besarnya jumlah lanjut usia yang tidak terlayani dalam panti maka diperlukan sistem lain sebagai program terobosan untuk mengatasi masalah tersebut, salah satunya yang saat ini dijalankan dalah Pelayanan sosial yang berbasis keluarga.

Dirjen mengharapkan “ dengan adanya kegiatan workshop ini dapat bermanfaat bagi kita semua dalam meningkatkan wawasan, pengetahuan dan pemahaman dibidang pendampingan dan perawatan lanjut usia, dengan adanya model pelayanan ini bisa kita terapkan dan kembangkan dimasyarakat luas dalam rangka meningkatkan kepedulian kita terhadap para lanjut usia “. (Tira/C-9)